Rencana PSSI dan PT Liga Indonesia yang semula berniat menggulirkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) mulai pertengahan Oktober 2015 dipastikan tidak terlaksana. ISL harus mundur karena tidak mendapatkan izin dari Kepolisian. PT Liga Indonesia pun akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 24 Oktober 2015 nanti.
“Kami mengundang seluruh pemegang saham untuk hadir dalam RUPS Luar Biasa di Jakarta pada 24 Oktober 2015 mendatang,” ungkap Tigorshalom Boboy, Sekretaris PT Liga Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.Adapun pemegang saham PT Liga Indonesia adalah klub-klub Indonesia Super League (ISL), yaitu Semen Padang, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Pusamania Borneo FC, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putera.
Kemudian Arema Cronus Indonesia, Persegres Gresik United, Persebaya Surabaya (Bonek FC), Persela Lamongan, Bali United Pusam, PSM Makassar, Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persiram Raja Ampat.
Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menegaskan tidak akan merekomendasikan digelarnya ISL karena status PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti masih dibekukan.
“Masalahnya bukan kami akan memberikan izin atau tidak, karena izin itu di tangan kepolisian,” tandas Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar